Tianjin

Saya selalu suka daerah China Town jika berkunjung ke suatu kota, bahkan di Jakarta sendiri. Mungkin karena permasalahan identitas atau mungkin saya suka makanannya yang saya duga adalah warisan leluhur.

Karena makanan dan masalah identitas itulah, maka menuju kota di daratan China itu mirip “napak tilas” perjalanan leluhur.

Walau ya belum tentu leluhur saya yang sebenarnya itu berasal dari kota Tianjin yang saya sambangi ini.

Tianjin ini, tampaknya bukan kota asal leluhur saya karena makanannya rada beda dengan yang biasa dihidangkan keluarga saya. Tetapi statusnya sebagai salah satu kota terbesar di Tiongkok membuat saya cukup yakin kalau ada nenek moyang saya yang pernah menginjakkan kaki di kota ini. Hal tersebut sudah cukup bagi saya (untuk saat ini).

Tianjin adalah kota yang berperan sebagai gerbang masuk ke Beijing, tempat komando pertahanan militer jika terjadi serangan dari Timur. Karena peran penting tersebut, tidaklah heran kalau kota Tianjin saat ini sangat modern, rapih dan bersih.

Di pinggiran kota ini terdapat fasilitas pengolahan sampah yang sangat modern, dimana sampah-sampah kota bisa menjadi energi.

Di kota ini juga terdapat fasilitas pengolahan air limbah menjadi air bersih. Sungguh merupakan masa depan yang saya impikan bagi kota tempat saya tinggal.

Sayangnya saya tidak banyak mengeksplorasi kota ini karena sempitnya waktu, namun saya bisa bilang Tianjin memiliki hidangan berbahan dasar daging bebek yang asoi.

Jangan lewatkan restoran “Go Believe” yang menyediakan masakan khas Tianjing. Menurut orang lokal, restoran ini menyajikan bakpao terenak di daerah situ. Saya sih setuju aja, tapi yang berkesan buat saya adalah kulit bebek digulung telur dadar dan oleh-oleh khas Tianjin; kue tambang.

Beberapa diantaranya ada di foto.

Enjoy.

(Bersambung)

Difoto menggunakan Huawei Mate 9, Leica Lens.

Nanjing

Berkunjung ke negeri Tiongkok adalah salah satu cita-cita saya sejak kecil, maka tentu saja saya tidak menolak saat kantor saya mendapat undangan untuk berkunjung ke negeri leluhur saya ini.

Kita diajak mengunjungi beberapa kota dan Nanjing adalah pemberhentian pertama.

Kita lansung menuju Nanjing dengan kereta cepat dari Shanghai. Kereta ini berkecepatan 305km/jam dan melaju sangat mulus tanpa getaran. Tidak sabar rasanya menantikan Indonesia memiliki kereta secepat ini untuk berpergian ke berbagai kota dalam satu pulau.

Stasiun kereta di Shanghai sangat bagus, canggih dan bersih.

Saya datang ke China dengan bayangan hasil cerita dari teman-teman yang bilang di China itu orangnya jorok-jorok. Tapi rupanya kota mereka lebih bersih dari Jakarta, cuma ya kalau urusan toilet, pasrahin aja. Bisa dapat yang sudah disiram saja itu bisa dibilang beruntung, walau itu di mall kelas atas.

Stasiun Nanjing
Nanjing traffic

Walau wc umumnya pada jorok, tapi kotanya sangat bersih. Walau manusianya kadang suka nyerobot antrian, tapi kalau berkendara mereka mau antri. Sehingga ga macet-macet banget walau padat.

Nanjing red light district
Bar and clubs area

Di dekat hotel saya itu ada area dimana bar, club, dan spa bertebaran. Kalau kita lewat akan banyak yang menawarkan jasa “teman perempuan”, berhati-hatilah dan sebaiknya ditolak. Karena prostitusi dilarang di China dan tidak sedikit turis yang kemudian terjebak dan diperas oleh oknum-oknum.

Mereka tidak akan memaksa atau terus membujuk jika kita sudah menolak jasa mereka.

Termasuk juga kalau kamu sedang di bar atau club dan ada perempuan berpakaian minim nyamperin, jangan ge’er dulu, lansung tolak saja. Kamu tidak ingin berakhir di penjara atau kehabisan uang saku karena diperas kan?.

Kota Nanjing ini sangat bersih dan bangunan-bangunan di daerah saya menginap masih relatif baru dan bersih. Tidak jauh juga dari lokasi, kita menemukan daerah yang tampaknya lebih tua dan lebih ramai dengan tempat makan kecil-kecil yang aromanya lezat.

Salah satu yang berkesan adalah makan di restoran khas Hunan yang berada di Deji Plaza. Rasa masakannya sangat khas, dan meninggalkan kesan. Terutama mie sapi dan iga babi yang garing berbumbu sechuan. Masakan-masakannya kaya bumbu dan semua lezat. Oiya masakan Hunan ini cenderung pedas, dan pedasnya meresap sampai kedalam daging yang dihidangkan.

Saya jadi heran, kenapa pada bilang makanan di Tiongkok itu hambar ya? Mungkin mereka salah pilih restoran.

Bakcang tapi isinya kacang manis

Setelah dua malam di Nanjing berkeliling kota dan juga mengunjungi fasilitas pengolahan air dan limbah, akhirnya kita harus lanjut ke kota berikutnya; Tianjin.

Perjalanan akan kembali ditempuh menggunakan kereta cepat yang nyaman itu.

oiya, saran aja nih, misal pertama kali ke Tiongkok (seperti saya) baiknya install wechat. Karena sebagian besar orang disana sudah pakai wechat dan ada fitur translate didalamnya. Jadi mempermudah komunikasi dengan orang lokal yang juga seringkali tidak bisa berbahasa Indonesia. :p

(to be continue)

Nanjing Train Station
Stasiun kereta Nanjing
Nanjing Train Station
Nanjing Train Station
Speed train china
Tidur di kereta cepat.
Speed train china
Speed train
Nanjing
Bareng anak anak kantor

Naik Kereta Api

Stasiun Kereta Api Bandung

Membeli tiket kereta api dari PT KAI sekarang sudah jauh lebih mudah dibandingkan saat saya masih kuliah di tahun 2000-an awal. Dulu saya harus datang ke stasiun lalu ngantri beli tiket di loket. Karena sering kehabisan, maka waktu itu saya seringkali harus nongkrong di bordes atau gerbong makan demi bisa pulang naik kereta.

Tapi itu dulu, saya sudah bertahun-tahun tidak naik Kereta Api karena berbagai alasan. Salah satu yang yang terutama adalah karena beberapa tahun yang lalu tol Cipularang dibuka dan perjalanan menuju Bandung bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam saja. Dibandingkan Kereta Api yang waktu itu memakan waktu 4 sampai 6 jam, maka tentu saya memilih naik shuttle.

Tapi gara-gara sekarang ada jalur yang dipadati truk kontainer maka durasi ke Bandung jadi 3.5 jam lebih karena macet. Dengan demikian moda transportasi Kereta Api menjadi terasa lebih afdol. Bisa duduk santai, perjalanan lancar sambil menikmati pemandangan di luar kereta api. Di Kereta Api bisa duduk santai dan tidak perlu khawatir kalau kebelet pipis karena ada toilet yang relatif bersih di gerbong kereta.

Nah sekarang kalau mau beli tiket kereta api sudah semakin praktis, karena sekarang kita bisa membeli tiket kereta menggunakan berbagai aplikasi.

Tinggal klik, pilih metode pembayaran, bayar dan tiket dirilis. Asal jangan terlalu mepet tanggal keberangkatan, karena tiket Kereta Api cepat habis. Sudah ga ada tuh naek kereta api lalu nongkrongnya di bordes.

Disarankan juga untuk mengunduh aplikasi dari PT KAI sehingga kita bisa check in online dan tidak perlu antri lagi demi nyetak boarding pass. Karena membaca anjuran untuk datang paling tidak sejam sebelum jadwal keberangkatan, maka saya sudah siap sedia 1 jam 30 menit sebelum, sebagai newbie saya tidak ingin ketinggalan kereta api dari Bandung menuju Jakarta.

Maka saya datang awal, nyetak boarding pass lalu duduk santai sambil ngopi sampai waktu boarding tiba.

Setelah waktu boarding tiba, saya ngantri memasuki peron dan mencari Kereta Api saya. Setelah menemukan tempat duduknya, saya merasa kelas eksekutif ini bangkunya agak sempit. Yang tadinya saya pikir akan ada semacam meja untuk nyicil kerjaan atau nonton menggunakan tablet juga tidak ada. Apa mungkin fasilitas itu ada di kelas yang lebih tinggi?

Karena tidak bisa bekerja atau nonton film downloadan, jadi saya tidur saja dan sesekali terbangun untuk menikmati pemandangan dari luar jendela lalu foto-foto.

Ini hasilnya, yang diambil menggunakan Huawei Mate 9 berlensa Leica.

pt kai
Stasiun Kereta Bandung
Coffee shop di Stasiun Kereta Bandung
Coffee shop di Stasiun Kereta Bandung
Tiket kereta api
Peron
pt kai
Rel Kereta Api
pt kai
Kereta Api
Pt kai
Stasiun Kereta Bandung
Kereta Api
Stasiun Kereta Api Bandung
Kereta Api
Wastafel
Beli tiket kereta api
Tiang listrik
Beli tiket kereta api
Sungai
pt kai
Sawah
Kereta api
Kuburan gerbong
Langit
Langit
Gedung
Gedung
Kereta api indonesia
Ruang kaki
Stasiun gambir
Stasiun gambir
Stasiun gambir
Stasiun gambir

Art for the Masses • Affordable Pop Art by Orange Gallery

Minggu lalu saya lewat Marina Square Singapore lalu tidak sengaja melewati sebuah ruangan dengan karya seni yang tampak cukup akrab. Di ruangan yang tidak terlalu besar itu terpajang beberapa karya yang relatif murah dari seniman favorit saya seperti Luke Chueh, Jason Freeny, Frank Kozik, dan Tristan Eaton.

Continue reading “Art for the Masses • Affordable Pop Art by Orange Gallery” »

Marina Mandarin Singapore

Kadangkala saya mendapat rezeki dan bisa menginap di hotel-hotel mewah di berbagai negara. Seperti kali ini saya bisa menikmati hospitality dari hotel Marina Mandarin secara gratis.

Saya suka interior hotel ini yang mirip desain-desain di film dystopian yang masif, kaku dan mengintimidasi. Namun demikian, suasana kamarnya sangat nyaman dan terasa seperti dirumah. 

<!–more–> 

Pemandangan dari kamar saya juga menarik, kita bisa menikmati lanskap cityline Singapura yang terdiri dari berbagai gedung pencakar langit.

Jika ada kesempatan lagi, saya tidak akan keberatan menginap disini lagi, terutama kalau dibayarin.

Maret 2018

Marina Mandarin Singapore
Day view

Marina Mandarin Singapore
Night view

Marina Mandarin Singapore
Early morning view

Marina Mandarin Singapore
The king deluxe room

Marina Mandarin Singapore
Night view

Marina Mandarin Singapore
Dystopian architecture

Marina Mandarin Singapore
Marina Mandarin Singapore

Garuda
Garuda

Free Coloring Book: Dogs Themed

I’ve been drawing dogs for a few weeks now, and i guess it will be cool if i share the black and white line version for you (or your kids/nephew/niece) to give them any colors you guys want. 

Click on each image to download a high resolution file which you can print them to around 50 x 50 inches printed size. 

The coloring sheets are free under these conditions:
• Do not selling it.
• Do not redistribute it.
• Do not modify anything.
• Do not print these images into another media other than the free coloring book/sheets.

And yes you can follow the dogs on Instagram (their ids are on the captions).

Please do help to spread this page to your social media and follow @thewanderpaws and @the.space.wanderer

Cheers and have a good time coloring these dogs.

Ps: You may also ask me to illustrate your dogs. Follow @thewanderpaws on Instagram for more information.

Coloring book
Jetsan Shiba Inu @jetsa_shiba
Coloring book
Naki the Pomsky @annunakithepomsky
Coloring book
Found from the internet
Coloring book
Puppy from the internet
Coloring book
Yuffie the Pomchi @yuffiemcfluffster
Coloring book
Akilles the Alaskan Malamute @akillesthewolf

When in Paris

Arc de triomphe Paris

I went to Paris with the Respublica kids and taking the opportunity for photos, eating, coffee, and walking.

Paris
31 January – 7 February 2018

Tour Eiffel
Tour Eiffel
Restaurant Rapide Paris
Restaurant Rapide Paris

Tour Eiffel
Tour Eiffel
Fruit
Fruit
Sticker Art Paris
Sticker Art Paris
Sticker Art Paris
Sticker Art Paris
Snow in Paris 2018
Snow in Paris 2018
Snow in Paris 2018
Snow in Paris 2018
Snow in Paris 2018
Snow in Paris 2018
Snow in Paris 2018
Snow in Paris 2018
Snow in Paris 2018
Snow in Paris 2018

The Wander Paws

At the end of January 2018, just before i boarded to the plane to Amsterdam, i decided to start a project and named it “The Wander Paws”.

It’s a dog illustration project.

Where i try to find any nice dogs to draw and post it on the Instagram and other social media. Then after a few posts, some followers started to ask me illustrate their dogs and they are willing to pay.

Most of them tell me that 20 USD is a fair price for now.

So, I’m making a package for 20 USD
Here we go:

• A 2500 pixel x 2500 pixel of .psd and .jpg file of the illustration, which you can print into 84 x 84 cm size.
• You may fix something from the illustration (eg. please make the tail fluffier, or please make the color a bit darker).

If you think that’s a good deal, please proceed to my bigcartel and send the photos through @thewanderpaws Instagram DM.

cheers.

Pet Illustration Service
Pomeranian Puppy Illustration
Pet Illustration Service
French Bulldog Illustration
Pet Illustration Service
Blue Fawn French Bulldog Illustration
Staffordshire Bull Terrier Illustration
Pet Illustration Service
Blue Fawn French Bulldog Illustration
Pet Illustration Service
French Bulldog Illustration
Pet Illustration Service
Puppy Dog Illustration
Pet Illustration Service
Siberian Hushky Illustration
Pet Illustration Service
Dog Illustration

Chinatown Singapore

Chinatown Singapore

While in Singapore, strolling over the Chinatown Street Market is a must and do your best to do it just before dusk or the ‘golden hour’.
Why just before dusk? because in the morning most of the shops aren’t opened yet and the sun is scorching hot during the day. You may also captured great photographs during the golden hour and enjoying the light and listen to the hawkers inviting you to buy their stuffs.

I usually spare a time to visit this street market when i’m in town, especially on Sunday.

My itinerary here usually consist of :
• A visit to the Sunday Toy Market at China Square Central just a little bit outside the Chinatown Street Market. At China Square Central i usually visit Ozzo to buy some designer toys.
• The Tin Tin Shop, to buy something or just a window shopping routines.
• Taking photos. I never get bored of this while have doing it for many years taking photos of the same Mariaman Temple or Tintin Shop facade.
• Treat myself with some bacon or beers.
• I usually went to the Hong Lim Center to eat.

Been doing that routines since years ago, and I think i’ll be doing the routines again the next time I’m in town.

Chinatown Singapore
Chinatown Singapore
Chinatown Singapore
Chinatown Singapore
Chinatown Singapore
Chinatown Singapore
Chinatown Singapore
Chinatown Singapore
Chinatown Singapore
Chinatown Singapore
Chinatown Singapore
Chinatown Singapore
Paint Me For Free Chocolate
Paint Me For Free Chocolate
Chinatown Singapore
Chinatown MRT Station

Jakarta City Skyline

Kota Jakarta dan gedung-gedungnya yang selalu menarik untuk diamati. Ini ada beberapa foto gedung-gedung yang beberapa membentuk city skyline saat diambil dari sudut tertentu. Cukup beruntung bisa berada di balik kaca jendela beberapa gedung tinggi di kota ini.

Semua kaca jendela yang tampak di foto ini, menawarkan ceritanya masing-masing yang bisa dibilang tidak akan mungkin bisa dialami semua di masa hidup saat ini. Mengalami beberapa saja dari jutaan kemungkinan cerita tersebut saja sudah membuat saya bahagia.

Masih ada beberapa lokasi yang saya harap bisa dihampiri lagi untuk menangkap pemandangan menarik seperti ini. Karena kota selalu memberikan cerita berbeda saat dilihat dari sudut yang lain.

Dan saya menyukai cerita dari sudut atas ini.

September 2017.

Jakarta City skyline as seen from Grand Indonesia's CGV
City skyline as seen from Grand Indonesia’s CGV
Jakarta City skyline as seen from Grand Indonesia's CGV
City skyline as seen from Grand Indonesia’s CGV
Jakarta City Skyline as seen from Westin Hotel, Gama Building
Jakarta City Skyline as seen from Westin Hotel, Gama Building
Jakarta City Skyline as seen from Westin Hotel, Gama Building
Jakarta City Skyline as seen from Westin Hotel, Gama Building
Jakarta City Skyline as seen from Westin Hotel, Gama Building
Buildings as seen from Westin, Gama Building
Jakarta City Skyline as seen from Westin Hotel, Gama Building
Jakarta City Skyline as seen from Westin Hotel, Gama Building
Jakarta City Skyline as seen from Westin Hotel's Room, Gama Building
Jakarta City Skyline as seen from Westin Hotel’s Room, Gama Building
Jakarta City Skyline as seen from Westin Hotel's Room, Gama Building
Jakarta City Skyline as seen from Westin Hotel’s Room, Gama Building
Jakarta City Skyline as seen from a bridge in Rasuna Said
Jakarta City Skyline as seen from a bridge in Rasuna Said
Plaza Indonesia 2017