Terminal Bus Manggarai 2 Agustus 2014

Terminal Bus Manggarai
2 Agustus 2014

Hari itu tanggal 2 Agustus 2014 saya berniat menumpang busway sekali lagi untuk menuju Plaza Indonesia demi bertemu teman-teman saya, berbekal baju ganti dan sebotol parfum saya menuju halte busway terdekat dari rumah.

Diperjalanan saya menemukan berbagai karakter manusia yang beraneka ragam, mulai dari ibu-ibu drama (yang sebenarnya kasihan) menginginkan tempat duduk saya padahal ada tempat duduk lain. Diteriakan mas-mas (yang ternyata) penjaga loket disuruh membayar tiket, karena saya tidak menyadari kalau halte Manggarai itu bukan hub antar rute busway sehingga saya harus bayar lagi setelah naik ketangga untuk mengambil foto stasiun yang baru saja dipugar itu dan kembali keruang tunggu.

Melihat seorang mbak-mbak menyuruh pacarnya berdiri demi memberikan tempat duduk pada seorang nenek, untuk kemudian ia juga berdiri memberikan tempatnya pada nenek yang lain sementara saya perhatikan tidak ada ucapan terimakasih dari kedua nenek tersebut. Mungkin kedua nenek itu merasa itu sudah kewajiban anak muda, sehingga tidak perlu ada terimakasih-terimakasih lagi.

Sementara saya sendiri menyadari betapa berharganya ucapan terimakasih itu, saat melihat orang tersenyum saat saya mengucapkan kata ajaib tersebut dan saat saya juga merasa senang saat orang mengucapkannya.

Tidak terasa bus yang saya tumpangi akhirnya mencapai halte Dukuh Atas dan sayapun turun dihalte tersebut untuk kemudian berjalan kaki menuju Plaza Indonesia kira-kira satu kilometer lebih. Udara sudah mulai berpolusi karena kendaraan sudah mulai banyak beraktifitas.

Didekat bundaran HI saya melihat turis mengambil gambar monumen Selamat Datang menggunakan kamera telepon genggamnya, dan ada seorang mas-mas berkata “itu bule demen amat moto-moto patung begituan”, lalu dijawab temannya “ya kita juga kalau bisa keluar negeri juga pasti foto-foto lah”. Tersenyum dalam hati, saya berharap mereka bisa segera keluar negeri untuk foto-foto juga doa pada diri sendiri supaya bisa foto-foto lagi diluar negeri.

Akhirnya saya tiba di Plaza Indonesia dengan keadaan dekil, maka tujuan pertama adalah toilet pria untuk berganti baju dan mencuci muka sebelum menemui teman-teman saya di Canteen.

Selepas sore, saya berjalan kaki menuju jalan Sabang untuk menemui teman saya yang baru saja berulang tahun dan makan malam.

Besoknya hari Minggu saya tidak kemana-mana. Besar harapan saya kalau setiap tahun akan ada Golden Week seperti ini supaya kita bisa menikmati kota ini.

Jakarta di Saat Libur selesai.

Jalanan yang tumben lenggang di Manggarai. 2 Agustus 2014

Jalanan yang tumben lenggang di Manggarai.
2 Agustus 2014

Gedung-gedung 2 Agustus 2014

Gedung-gedung
2 Agustus 2014

dukuh-atas-busway

Jembatan busway dukuh atas. 2 Agustus 2014

Jembatan busway dukuh atas.
2 Agustus 2014

rute busway 2 Agustus 2014

rute busway
2 Agustus 2014

2 Agustus 2014

2 Agustus 2014

Jalanan masih kosong. 2 Agustus 2014

Jalanan masih kosong.
2 Agustus 2014

bekas-bekas vandalisme anak alay. 2 Agustus 2014

bekas-bekas vandalisme anak alay.
2 Agustus 2014

Kali cokelat 2 Agustus 2014

Kali cokelat
2 Agustus 2014

Dekat Bundaran HI 2 Agustus 2014

Dekat Bundaran HI
2 Agustus 2014

Patung Selamat Datang 2 Agustus 2014

Patung Selamat Datang
2 Agustus 2014

Patung Selamat Datang 2 Agustus 2014

Patung Selamat Datang
2 Agustus 2014

Bundaran Hotel Indonesia 2 Agustus 2014

Bundaran Hotel Indonesia
2 Agustus 2014

Bundaran Hotel Indonesia saat malam. 2 Agustus 2014

Bundaran Hotel Indonesia saat malam.
2 Agustus 2014

Proyek MRT  2 Agustus 2014

Proyek MRT
2 Agustus 2014

Alat-alat berat 2 Agustus 2014

Alat-alat berat
2 Agustus 2014

Ulang Tahun ke 30 2 Agustus 2014

Ulang Tahun ke 30
2 Agustus 2014

Hot Pot 2 Agustus 2014

Hot Pot
2 Agustus 2014

%d bloggers like this: