Ternyata kalau sedang tidak terlalu macet atau ramai, bagian kota tua di Bandung itu menyenangkan juga. Saya menemui Eric Christian seorang graffiti artist dari Bandung disebuah restoran tua, dan lansung saya jatuh cinta pada bistik dan roti-roti kreasi Sumber Hidangan.

Saya merasa hidup saya di Bandung dulu terasa sia-sia sampai tidak mengetahui keberadaan restoran legendaris yang sudah berdiri sejak 1929 ini. Saking sukanya, besoknya saya kembali lagi untuk membeli roti.

Hari kedua di Bandung, kegiatan saya masih sama. Keliling sekitar Braga dan mengunjungi Phang Tjan Tjung di pagi dan sore hari. Dan menyempatkan diri bekerja sebentar di cafe kapitalis.

-bersambung-

Sumber Hidangan di Braga no.20-22  Sudah ada sejak 1929.

Sumber Hidangan di Braga no.20-22
Sudah ada sejak 1929.

Di restoran ini, jangan lupa amati foto-foto dimasa kejayaan nya. Dimana orang-orang yang datang menggunakan jas.

Di restoran ini, jangan lupa amati foto-foto dimasa kejayaan nya. Dimana orang-orang yang datang menggunakan jas.

Ini roti, serius lezat bener.

Ini roti, serius lezat bener.

Old vintage cash register.

Old vintage cash register.

old-kitchen sumber_hidangan-braga-bandung-02 radio-antik-sumber-hidangan-braga

Bistik lezat

Bistik lezat

Eric Christian graffiti artist.

Eric Christian graffiti artist.

Braga

Braga

Braga

Braga

Starbucks

Starbucks

Duduk dijendela ini sambil mengamati orang lalu lalang.

Duduk dijendela ini sambil mengamati orang lalu lalang.

My body is my journal.

My body is my journal.

Sin Sin Antique Shop

Sin Sin Antique Shop

kejaksaan-braga-bandung

A bridge in Cikapundung

A bridge in Cikapundung

%d bloggers like this: