alexander-benedict-001

Alexander Benedict dikenal sebagai Mayatschism adalah figur yang sangat inspiratif. Saya beruntung bisa mengenalnya di awal era 2000-an, saat itu saya belum lama tinggal di Bandung. Sebagai mahasiswa muda yang merasa bosan dengan hal yang “itu-itu saja”, mahasiswa baru ini sangat terkesan dengan karakter ilustrasi Alex. Tengkorak, setan, kuntilanak, decapitated body or soul, and anykind of ghouls. Ia juga teman saya bersama-sama mengapresiasi kegelapan Misfits, Danzig dan Samhain. Diselingi Craddle Of Filth dan nonton konser Kubik bareng-bareng.

Saya juga mencuri tehnik memulas garis spidol snowman menggunakan kuas basah darinya, yang masih saya pergunakan sampai belasan tahun kemudian.

Setelah saya pindah ke Jakarta, komunikasi kami menjadi lebih jarang. Kabar dari sohib saya ini hanya sekali dua kali, seperti pameran kecil, merilis merchandise t-shirt, atau menjadi kasir sukarela di sebuah bar. Kadang kangen juga meneriakkan “plak tuplak tuplak… ayo naik kuda…” di deretan penonton pada acara punk rock dimana ada Alex dan bandnya tampil.

Sampai suatu saat di Instagram saya menemukan gambar tengkorak yang sangat khas. Garis yang membawa kembali ingatan saya nongkrong di ruangan kecil sambil mendengarkan Danzig bersabda, garis yang membawa memori kepada sampul CD dengan tulisan MUNTAH di kovernya. Sebuah feed instagram yang membuat saya ingin kembali ke suatu sore, hujan, didalam sedan tua duduk berdempetan menuju lokasi panggung punkrock.

Sambil menikmati akun instagram Mayatschism, saya pikir memang sudah waktunya si Alex ini dikenal oleh lebih banyak orang lewat karyanya. Saya juga merasa beruntung diberi kesempatan untuk menulis cerita ini. Jika kamu berkesempatan membaca tulisan ini maka terberkatilah diri mu, karena apa yang kamu pegang adalah hasil penantian belasan tahun. Rasanya mungkin seperti pasangan yang akhirnya diberi karunia anak setelah belasan tahun, atau seperti… (coba pikirkan sendiri). Diberkatilah wahai semua pihak yang berhasil membuat Alexander Benedict aka Mayatschism berpameran dan mencetak buku ini. Ini adalah babak baru untuk sahabat saya Alex.

Akhir kata… HAIL Mayatschism. Let’s go where eagles dare.

Eric Wirjanata

Jakarta. 11 May 2015
(revised 10 June 2015)

alexander-benedict-002

alexander-benedict-003

alexander-benedict-004

alexander-benedict-005

alexander-benedict-006

alexander-benedict-007

alexander-benedict-008

alexander-benedict-009

alexander-benedict-010

alexander-benedict-011

%d bloggers like this: