Babi Guling Gianyar memang sudah terkenal kelezatannya, namanya bergema di manca negara, terutama sejak seorang tokoh kuliner internasional menyatakan “ini babi guling terenak yang pernah dimakan” setelah mengunyah babi guling karya Bu Oka.

Sejak itu, nama Bu Oka lansung berkibar dan dalam beberapa tahun kemudian mulailah muncul nama-nama lain yang menjadi perbincangan seperti pak Malen, pak Dobiel, Candra, Teges dan lain-lain. Semuanya sudah tentu enak, namun demikian pak Wayan Gede punya ide lain untuk makan siang; “Ayo kita coba yang lebih merakyat”. Tawaran yang menarik dan terdengar seperti tantangan.

Awalnya ragu, tapi demi pengalaman kuliner yang berharga, kita pun let’s go.

Meluncurlah saya, teman saya si Vino dan pak Wayan ke jalan raya Semebaung Gianyar. Setelah sekitar 10 menit berkendara dari pusat Ubud, kita berhenti di sebuah gerobak yang diatasnya telah tengkurap seekor babi yang telah diguling. Rongga badannya diisi sayur-sayur, bisa bikin geli kalau terbiasa makan babi guling yang sudah rapi.

Melihat lansung bentuk babi panggang ini seperti membawa kita kembali ke masa dimana kalau kita mau makan babi ya harus melihat bentukannya. Masa yang sama juga saat kalau mau makan daging, ya harus nyembelih binatangnya. Sekarang-sekarang aja, kita sering makan daging tapi mungkin belum pernah melihat proses pemotongannya. Terus terang, kadang kala saya berhenti makan daging karena melihat proses pemotongan hewan. Tapi ya setelah beberapa hari, biasanya balik lagi makan daging.

Awalnya saya meragukan kebersihan tempat ini, namun demi bisa mencoba babi guling yang merakyat ya tetap dipesanlah. Kalau sampe diare, tinggal minum obat.

Tidak lama kemudian, datanglah 3 piring babi guling. Yang masing-masing isinya ada kulit, kerupuk kulit, lawar babi, daging babi, sosis jeroan, paru, dan sayur-mayur khas babi guling Gianyar.

Secara bentuk tidak banyak berbeda dari babi guling khas Gianyar lainnya. Yang khas adalah rasanya yang lebih pedas dan otentisitasnya. Menurut penduduk sekitar, mereka lebih suka yang demikian. Lebih pedas dan ada rasanya.

Saya sih tidak akan berdebat soal rasa, karena lidah itu milik masing-masing. Tapi kalau mencari pengalaman baru dalam babi guling, rasa-rasanya tidak salah untuk memburu gerobak kecil ini di Semebaung. Cuma kalau perut ga terbiasa pedas atau dengan makanan ‘merakyat’, sebaiknya sedia carbon active.

Babi Guling Gianyar

Babi Guling Gianyar

Babi Guling Gianyar

Babi Guling Gianyar

Babi Guling Gianyar

Babi Guling Gianyar

Babi Guling Gianyar

Babi Guling Gianyar

%d bloggers like this: